Gambaran Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.57267/fundus.v6i1.625Keywords:
ASI Eksklusif, Ibu BelerjaAbstract
Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Ibu bekerja menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pemberian ASI eksklusif, seperti faktor usia, tingkat pendidikan, paritas, kebijakan cuti yang belum mendukung secara maksimal, kurangnya dukungan fasilitas di tempat kerja, serta keterbatasan waktu karena beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Sampel terdiri dari 65 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif berada pada kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 31 responden (81,6%). Mayoritas responden yang berhasil menyusui secara eksklusif memiliki pendidikan tinggi yakni sebesar 29 responden (76,3%), dan sebagian besar ibu multipara memberikan ASI eksklusif dengan persentase mencapai 22 responden (57,9%). Ibu dengan cuti melahirkan ≥3 bulan lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif yang mencapai 25 responden (65,8%). Hampir semua responden yang mendapatkan dukungan fasilitas tempat kerja berhasil menyusui eksklusif dengan persentase 33 responden (86,8%). Responden dengan durasi kerja <8 jam per hari juga menunjukkan angka keberhasilan lebih tinggi sebanyak 27 responden (71,1%). Kesimpulan Lebih dari setengah ibu bekerja di Kota Bengkulu berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 38 responden (58,5%).





