Journal of Fundus https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus <p><strong>ourmal of Fundus</strong> is a scientific journal that publishes the results of community research in the field of Midwifery with <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2808-1080" target="_blank" rel="noopener"><strong>ISSN</strong> 2808-1080,</a> published by the Center for Research and Community Service (P3M) STIKES Yarsi Mataram periodically 2 (two) times a year, namely March and September.</p> <h3>Focus and Scope</h3> <p><strong>Journal of Fundus</strong> is one of the journals engaged in the health sector. Articles published in this journal are the results of research on pregnancy, childbirth, puerperium, neonates, newborns, toddlers and preschoolers, family planning, reproductive health, adolescent health, menopause, maternal health, child health and Islamic holistic obstetrics.</p> <h3>Peer Review Process</h3> <p>Every submitted article is independently reviewed by at least a <strong>double-blind review (two peer-reviewers)</strong>. The decision for publication, amendment, or rejection is based upon their reports/recommendations. After being reviewed, there will be four kinds of editor decision based on the reviewers’ recommendation:</p> <ol> <li><strong>Accept Submission</strong>: The submission will be accepted without revisions.</li> <li><strong>Revisions Required [Minor Revision]</strong>: The submission will be accepted after minor changes have been made.</li> <li><strong>Resubmit for Review [Mayor Revision]</strong>: The submission needs to be re-worked, but with significant changes, it may be accepted. It will require a second round of review, however.</li> <li><strong>Decline Submission</strong>: The submission will not be published in the journal</li> </ol> STIKES Yarsi Mataram en-US Journal of Fundus 2808-1080 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Kader Kesehatan tentang Integrasi Layanan Primer (ILP) https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/607 <p><strong>Latar Belakang: Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan Indonesia yang menekankan pelayanan berbasis siklus hidup dan pemberdayaan masyarakat. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam implementasi ILP di tingkat desa. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap kader kesehatan tentang ILP di Desa Gondang Kabupaten Kendal. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 33 kader menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel, dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: 45,5% kader memiliki pengetahuan baik, 30,3% sedang, dan 24,2% kurang. Sikap negatif ditemukan pada 54,5% responden. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap (p=0,705). Kesimpulan: Pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan sikap kader. Diperlukan penguatan motivasi dan dukungan sistem.</strong></p> yudhisti dian pertiwi Emi Sutrisminah Copyright (c) 2026 Yudhisti Dian Pertiwi, Emi Sutrisminah https://i.creativecommons.org/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png 2026-03-20 2026-03-20 6 1 43 46 10.57267/fundus.v6i1.607 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEGANG, KOTA LUBUKLINGGAU https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/621 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Penyakit tidak menular (PTM) pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat. Insiden PTM pada wanita hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk demografis, gaya hidup, dan kondisi kesehatan sebelumnya. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian PTM pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Megang tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Menggunakan desain observasional analitik yang melibatkan 40 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan penelusuran rekam medis. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dengan <em>uji chi-square</em>.<strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30,0% ibu hamil mengalami PTM. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian PTM meliputi usia ≥35 tahun (OR=4,20), IMT sebelum hamil ≥25 kg/m² (OR=3,89), riwayat keluarga (OR=3,60), aktivitas fisik kurang (OR=3,18),konsumsi buah dan sayur kurang (O =4,50), paparan asap rokok pasif (OR=3,33), tingkat stres tinggi (OR=4,00), serta kunjungan ANC yang kurang (&lt;4 kali) (OR=5,83) Sementara itu, paritas dan tingkat pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. <strong>Kesimpulan:</strong> Kejadian PTM pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor biologis, perilaku, psikososial, dan pemanfaatan layanan kesehatan, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif melalui optimalisasi pelayanan ANC, gaya hidup sehat dan pengelolaan stress.</p> Sherli Mariance Sari Ayu Mustika Handayani Novia Sari Siti Qoiriyah Rini Mustikasari Kurnia Copyright (c) 2026 Sherli Mariance Sari, Ayu Mustika Handayani, Rini Mustikasari Kurnia Pratama, Novia Sari, Siti Qoiriyah https://i.creativecommons.org/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png 2026-03-20 2026-03-20 6 1 47 55 10.57267/fundus.v6i1.621 Gambaran Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Bengkulu https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/625 <p>Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Ibu bekerja menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pemberian ASI eksklusif, seperti faktor usia, tingkat pendidikan, paritas, kebijakan cuti yang belum mendukung secara maksimal, kurangnya dukungan fasilitas di tempat kerja, serta keterbatasan waktu karena beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Bengkulu<em>. </em>Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Sampel terdiri dari 65 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara <em>accidental sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif berada pada kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 31 responden (81,6%). Mayoritas responden yang berhasil menyusui secara eksklusif memiliki pendidikan tinggi yakni sebesar 29 responden (76,3%), dan sebagian besar ibu multipara memberikan ASI eksklusif dengan persentase mencapai 22 responden (57,9%). Ibu dengan cuti melahirkan ≥3 bulan lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif yang mencapai 25 responden (65,8%). Hampir semua responden yang mendapatkan dukungan fasilitas tempat kerja berhasil menyusui eksklusif dengan persentase 33 responden (86,8%). Responden dengan durasi kerja &lt;8 jam per hari juga menunjukkan angka keberhasilan lebih tinggi sebanyak 27 responden (71,1%)<em>.</em> <em>&nbsp;</em>Kesimpulan <em>&nbsp;</em>Lebih dari setengah ibu bekerja di Kota Bengkulu berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 38 responden (58,5%).</p> Revalina Rifni Dara Himalaya Rini Mustikasari Kurnia Pratama Linda Yusanti Kurnia Dewiani Copyright (c) 2026 Revalina Rifni, Dara Himalaya, Rini Mustikasari Kurnia Pratama, Kurnia Dewiani, Linda Yusanti https://i.creativecommons.org/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png 2026-05-15 2026-05-15 6 1 56 64 10.57267/fundus.v6i1.625 HUBUNGAN EFIKASI DIRI IBU MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/626 <table width="643"> <tbody> <tr> <td width="444"> <p><strong>A</strong><strong>bstract</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="444"> <p><em>Exclusive breastfeeding is defined as providing only breast milk to infants from birth until six months of age without any additional food or drink except medicines, vitamins, and minerals based on medical indications. Exclusive breastfeeding provides many benefits for both mothers and infants; however, its coverage has not yet reached the national target. One of the factors influencing the success of exclusive breastfeeding is maternal breastfeeding self-efficacy, which refers to a mother’s confidence in her ability to breastfeed her baby. This study aimed to determine the relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding in Bengkulu City.</em></p> <p><em>This study used a quantitative method with a retrospective approach. The sample consisted of 88 breastfeeding mothers with infants aged 6–12 months selected using proportional sampling technique. Data were collected using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Fisher-Freeman-Halton Exact Test.</em></p> <p><em>The results showed that 71 respondents (80.7%) successfully provided exclusive breastfeeding. The level of maternal breastfeeding self-efficacy was mostly in the moderate category with 52 respondents (59.1%). The bivariate analysis showed a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding with a p-value of 0.001.</em></p> <p><em>There is a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding. Higher maternal breastfeeding self-efficacy increases the likelihood of successful exclusive breastfeeding.</em></p> </td> </tr> <tr> <td width="444"> <p><strong>Abstra</strong><strong>k </strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="444"> <p>ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin, dan mineral sesuai indikasi medis. Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi, namun cakupannya masih belum mencapai target nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah efikasi diri ibu menyusui, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam memberikan ASI kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Bengkulu.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan <em>retrospektif</em>. Sampel penelitian berjumlah 88 ibu menyusui dengan bayi usia 6-12 bulan yang dipilih menggunakan teknik <em>proportioal sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner <em>Breastfeeding Self Efficacy Scale–Short Form</em> (BSES-SF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan <em>uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhasil memberikan ASI eksklusif yaitu 71 responden (80,7%). Tingkat efikasi diri ibu menyusui sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 52 responden (59,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value 0,001.</p> <p>Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Semakin tinggi efikasi diri ibu menyusui maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Romayana Mulya Rini Mustikasari Kurnia Pratama Kurnia Dewiani Linda Yusanti Innas Tiara Ardhiani Copyright (c) 2026 Journal of Fundus 2026-03-20 2026-03-20 6 1 65 70 10.57267/fundus.v6i1.626 EFEKTIVITAS AROMATERAPI MINYAK TELON DALAM MENGURANGI KELUHAN KEMBUNG ANAK USIA DINI DI DESA DAJAN PEKEN TABANAN https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/628 <p><strong>Background</strong>: Flatulence in early childhood is one of the mild digestive disorders that often causes discomfort, fussiness, sleep disturbances, and decreased appetite in children. One of the non-pharmacological therapies commonly used by the community to overcome these complaints is telon oil aromatherapy.</p> <p><strong>Objective</strong> :This study aimed to determine the effectiveness of telon oil aromatherapy in reducing flatulence complaints among early childhood children in Dajan Peken Village, Tabanan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Latar Belakang</strong> : Keluhan kembung pada anak usia dini merupakan salah satu gangguan pencernaan ringan yang sering menyebabkan rasa tidak nyaman, rewel, gangguan tidur, dan penurunan nafsu makan pada anak. Salah satu terapi nonfarmakologis yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi keluhan tersebut adalah aromaterapi minyak telon.</p> <p><strong>Tujuan</strong> : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi minyak telon dalam mengurangi keluhan kembung pada anak usia dini di Desa Dajan Peken Tabanan.</p> <p><strong>Metode</strong> : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di Desa Dajan Peken, Kabupaten Tabanan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keluhan kembung pada anak usia dini dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.</p> <p><strong>Hasil</strong> : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan aromaterapi minyak telon sebagian besar responden mengalami keluhan kembung kategori sedang sebanyak 18 responden (60,0%), sedangkan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden mengalami keluhan kembung kategori ringan sebanyak 21 responden (70,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p &lt; 0,05) yang berarti terdapat efektivitas aromaterapi minyak telon dalam mengurangi keluhan kembung pada anak usia dini.</p> <p><strong>Simpulan </strong>: Aromaterapi minyak telon dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diperoleh, dan praktis digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan anak saat mengalami keluhan kembung.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Methods</strong> :This study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The study was conducted in Dajan Peken Village, Tabanan Regency with a total sample of 30 respondents selected using purposive sampling technique. Data were collected using an observation sheet of flatulence complaints in early childhood children and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test.</p> <p><strong>Results</strong>: The results showed that before the administration of telon oil aromatherapy, most respondents experienced moderate flatulence complaints as many as 18 respondents (60.0%), while after the intervention most respondents experienced mild flatulence complaints as many as 21 respondents (70.0%). Statistical test results showed a p-value of 0.000 (p &lt; 0.05), indicating that telon oil aromatherapy was effective in reducing flatulence complaints in early childhood children.</p> <p><strong>Conclusion</strong> :Telon oil aromatherapy can be used as an alternative non-pharmacological therapy that is safe, easy to obtain, and practical to improve children’s comfort during flatulence complaints.</p> <p>&nbsp;</p> Kadek Widiantari Imelda Rismayani Gampur Copyright (c) 2026 Imelda Rismayani Gampur, Kadek Widiantari https://i.creativecommons.org/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png 2026-03-20 2026-03-20 6 1 71 78 10.57267/fundus.v6i1.628 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) HAMIL DI PUSKESMAS SENGKOL https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/629 <p><strong>Latar&nbsp; Belakang:</strong> Peningkatan kasus Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil memiliki konsekuensi serius, baik bagi ibu maupun bayi.&nbsp;Resiko yang dialami ibu hamil dengan KEK antara lain: partus lama, perdarahan pasca persalinan dan bahkan kematian ibu akibat penurunan kekuatan otot yang membantu proses persalinan. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya KEK pada ibu hamil antara lain: keadaan sosial ekonomi, pendidikan, jarak kelahiran yang terlalu dekat, paritas, usia yang terlalu muda atau masih remaja pada saat hamil pertama dan pekerjaan.<strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk analisis faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian&nbsp; kekurangan energi kronik (kek) hamil di puskesmas sengko<strong>l. </strong><strong>Metode</strong>: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectionaI, sampeI&nbsp; berjumlah&nbsp; 107 yang&nbsp; terdiri&nbsp; ibu hamil trimester I, II,dan III dipiIih&nbsp;&nbsp; menggunakan&nbsp;&nbsp; teknik <em>simple random Sampling</em>.&nbsp; Instrumen&nbsp; peneIitian&nbsp; berupa&nbsp; data kohort, dan rekam medis,dan&nbsp; anaIisis&nbsp; data&nbsp; univariat&nbsp; dan&nbsp; bivariat&nbsp; diIakukan dengan uji chi-square. <strong>Hasil</strong>: Sebagian besar ibu hamil di wilayah kerja dari 107 responden terdapat 41 ibu hamil mengalami KEK dan 66 ibu hamil tidak mengalami KEK. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa usia ibu&nbsp; nilai p-value = 0,016, &nbsp;paritas nilai p-value = 0,356. <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil, namun pada variabel paritas tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sengkol.</p> hardaniyati hardaniyati Dian Soekmawaty Riezqy Ariendha Irni Setyawati Copyright (c) 2026 Hardaniyati, Dian Soekmawaty Riezqy Ariendha, Irni Setyawati https://i.creativecommons.org/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png 2026-03-20 2026-03-20 6 1 79 88 10.57267/fundus.v6i1.629 THE ASSOCIATION BETWEEN PRENATAL EXPOSURE TO ENGLISH VOWEL-CONSONANT SOUNDS AND SPEECH DELAY AMONG CHILDREN AGED 2–3 YEARS IN THE DASAN TAPEN, GERUNG HEALTH CENTER, WEST LOMBOK https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/630 <p><strong>Background: </strong>Speech delay is one of the most common developmental disorders in&nbsp; early childhood and may negatively affect children’s communication, social&nbsp; interaction, and academic readiness. Early language stimulation is essential to support&nbsp; optimal speech and language development. Prenatal auditory stimulation has been&nbsp; proposed as a potential early intervention to enhance fetal brain maturation and&nbsp; auditory processing. Exposure to structured English vowel and consonant sounds may&nbsp; improve auditory discrimination and strengthen neural pathways associated with&nbsp; language acquisition.<strong>Objective: </strong>This study aimed to analyze the relationship between&nbsp; prenatal auditory stimulation using English vowel and consonant sounds and the risk&nbsp; of speech delay in children.<strong>Methods: </strong>This quantitative study employed an analytical&nbsp; observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted in the&nbsp; working area of Dasan Tapen Primary Health Center, Mataram, from January to&nbsp; March 2026. A total of 60 mothers with children aged 24–60 months were selected&nbsp; using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire on&nbsp; prenatal auditory stimulation and child developmental screening using KPSP/DDST.&nbsp; Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p &lt; 0.05.</p> <p><strong>Results: </strong>Among the respondents, 39 mothers (65.0%) reported providing prenatal&nbsp; auditory stimulation, while 20 children (33.3%) were identified as having speech&nbsp; delay. Statistical analysis revealed a significant relationship between prenatal&nbsp; auditory stimulation and the risk of speech delay (p = 0.012).<strong>Conclusion: </strong>Prenatal&nbsp; auditory stimulation through English vowel and consonant sounds was significantly&nbsp; associated with a lower risk of speech delay in children and may serve as an effective&nbsp; early preventive strategy to support language development</p> Nur Komarudin Danul Aristiawan Copyright (c) 2026 Nur Komarudin, Danul Aristiawan, https://i.creativecommons.org/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png 2026-03-20 2026-03-20 6 1 89 96 10.57267/fundus.v6i1.630