https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/issue/feedJournal of Fundus2025-10-08T02:04:26+00:00Dianfundus.yarsimataram@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>ourmal of Fundus</strong> is a scientific journal that publishes the results of community research in the field of Midwifery with <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2808-1080" target="_blank" rel="noopener"><strong>ISSN</strong> 2808-1080,</a> published by the Center for Research and Community Service (P3M) STIKES Yarsi Mataram periodically 2 (two) times a year, namely March and September.</p> <h3>Focus and Scope</h3> <p><strong>Journal of Fundus</strong> is one of the journals engaged in the health sector. Articles published in this journal are the results of research on pregnancy, childbirth, puerperium, neonates, newborns, toddlers and preschoolers, family planning, reproductive health, adolescent health, menopause, maternal health, child health and Islamic holistic obstetrics.</p> <h3>Peer Review Process</h3> <p>Every submitted article is independently reviewed by at least a <strong>double-blind review (two peer-reviewers)</strong>. The decision for publication, amendment, or rejection is based upon their reports/recommendations. After being reviewed, there will be four kinds of editor decision based on the reviewers’ recommendation:</p> <ol> <li><strong>Accept Submission</strong>: The submission will be accepted without revisions.</li> <li><strong>Revisions Required [Minor Revision]</strong>: The submission will be accepted after minor changes have been made.</li> <li><strong>Resubmit for Review [Mayor Revision]</strong>: The submission needs to be re-worked, but with significant changes, it may be accepted. It will require a second round of review, however.</li> <li><strong>Decline Submission</strong>: The submission will not be published in the journal</li> </ol>https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/533HUBUNGAN PENERIMAAN RESPECTFUL MATERNITY CARE (RMC) DENGAN KEPUASAN IBU BERSALIN DI PUSKESMAS BANGETAYU KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG2025-08-25T15:29:50+00:00Sherly Icha Puspitasherlyicha006@gmail.comEndang Suranisherlyicha006@gmail.com<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="444"> <p><strong>Background:</strong> Respectful Maternity Care (RMC) is a maternal health care approach that emphasizes the respect for women's human rights, including the right to dignified treatment, privacy, and freedom from violence and discrimination during childbirth. A lack of respectful care during labor can negatively impact maternal satisfaction and reduce the likelihood of returning to health facilities for future deliveries.</p> <p><strong>Objective:</strong> This study aims to determine the relationship between the acceptance of Respectful Maternity Care (RMC) and maternal satisfaction among postpartum women at Bangetayu Public Health Center, Genuk Subdistrict, Semarang City.</p> <p><strong>Methods:</strong> This was a quantitative study using a cross-sectional approach. The sampling technique applied was total sampling, with 45 postpartum mothers as respondents. The instruments used were the QRMCQI questionnaire to measure RMC acceptance and the BSS-R to assess maternal satisfaction. Data were analyzed using the Spearman Rank test.</p> <p><strong>Results:</strong> The majority of respondents were within the ideal reproductive age (20–35 years), had a secondary or higher education level, were housewives, and were multiparous. A total of 77.8% of mothers had a high level of RMC acceptance, and 62.2% reported good satisfaction with delivery services. Statistical analysis revealed a significant relationship between RMC acceptance and maternal satisfaction, with a p-value of 0.004 (p < 0.05).</p> <p><strong>Conclusion:</strong> There is a significant relationship between the acceptance of Respectful Maternity Care and maternal satisfaction at Bangetayu Public Health Center. Enhancing the implementation of RMC principles can contribute to improving patient satisfaction with maternity services.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-10-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sherly Icha Puspita, Endang Suranihttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/530HUBUNGAN MITOS DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MINAT IBU DALAM PENGGUNAAN IMPLANT DI KELURAHAN KUNINGAN KECAMATAN SEMARANG UTARA2025-08-25T00:45:50+00:00Willy Ananda Fridayaniwillyananda1363@std.unissula.ac.id Emi Sutrisminahwillyananda1363@std.unissula.ac.id<p><strong>Background:</strong> Indonesia's growing population has encouraged the government to implement family planning programs, particularly long-term contraceptive methods (MKJP) such as implants. However, use remains low, including in Kuningan Village (2.69%). This low interest is influenced by negative myths, such as the belief that implants can disappear, and a lack of husband support. This situation prompted research into the relationship between myths and husband support on interest in implant use in Kuningan Village.</p> <p><strong>Objective:</strong> This study aims to analyze the relationship between myths and husband support on mothers' interest in implant use in Kuningan Village, North Semarang District.</p> <p><strong>Method:</strong> This study was an analytical survey with a cross-sectional approach. A total of 89 respondents, consisting of non-MKJP family planning acceptors and those with unmet need, were selected using a cluster sampling technique and proportional random sampling. The research instrument was a questionnaire, and univariate and bivariate data analysis was performed using the chi-square test.</p> <p><strong>Results:</strong> The majority of respondents (75.3%) still believed myths, and 56.2% did not receive husband support. The analysis showed a significant relationship between myths (p = 0.003) and husband support (p = 0.010) and mothers' interest in using implants.</p> <p><strong>Conclusion:</strong> Myths and husband support significantly influenced mothers' interest in using implants. Perception of myths and the husband's active role in the family planning program were key to mothers' interest in using implants</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Willy Ananda Fridayani1https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/532HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK BIDAN PENOLONG PERSALINAN TENTANG RESPECTFUL MATERNITY CARE (RMC) DI PUSKESMAS PONED KOTA SEMARANG2025-08-25T10:10:01+00:00Diella Januar Safitridiellajanuars@gmail.comEndang Suranidiellajanuars@gmail.com<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="444"> <p>Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Salah satu strategi untuk menurunkannya adalah melalui penerapan Respectful Maternity Care (RMC). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan praktik bidan penolong persalinan tentang RMC di Puskesmas PONED Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 bidan di Puskesmas Bangetayu dan Halmahera. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 30–40 tahun (48,5%), pendidikan S1 (40%), serta pengalaman kerja >5 tahun (81,8%). Tingkat pengetahuan bidan tentang RMC baik (84,8%), sedangkan praktik RMC baik sebesar 48,5%. Hasil uji statistik terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik RMC (p = 0,004). Kesimpulan penelitian ini yaitu semakin baik pengetahuan bidan maka semakin baik praktik RMC yang dilakukan. Diperlukan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat penerapan RMC.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Diella Januar Safitrihttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/536Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Manajemen Kesehatan Menstruasi 2025-08-30T07:46:48+00:00liza rosyanandalisarosyananda@gmail.com<p><em>Personal hygiene</em> menstruasi adalah upaya menjaga kebersihan diri pada saat menstruasi atau selama menstruasi untuk mencegah penyakit serta meningkatkan perasaan sejahtera. Pengetahuan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi sikap seseorang terhadap suatu kondisi, termasuk dalam hal manajemen kesehatan menstruasi. Pengetahuan yang baik memungkinkan seseorang dapat menerapkan perilaku sehat selama menstruasi. Sikap dari manajemen kesehatan menstruasi adalah respons dari perilaku seseorang terhadap cara menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan selama masa menstruasi. <strong>Tujuan penelitian </strong> untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap Manajemen Kesehatan Menstruasi Di MTs Nurul Huda Raji Demak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Yang telah mendapatkan ijin dari komisi etik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, penalitian dilakukan di MTs Nurul Huda Raji Demak, dengan populasi 50 responden dengan teknik total sampling. Instrument berupa kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan uji realibilitas. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 38 (76.0%) Sikap responden yang positif sebanyak 48 (96.0%). <strong>Simpulan:</strong> Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MTs Nurul Huda Raji Demak dapat disimpulkan bahwa mayoritas remaja putri memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik mengenai manajemen kesehatan menstruasi. Pengetahuan yang baik sangat berperan dalam membentuk sikap positif dan perilaku yang sehat dalam menjaga kebersihan saat menstruasi, sehingga dapat mencegah berbagai gangguan kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran kemih dan keputihan.</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Liza Rosyananda, Emi Sutrisminah, Kartika Adyanihttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/537Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Sikap RemajaTentang Pernikahan Dini Di SMK Cut Nya Dien Semarang2025-09-02T08:15:38+00:00Aisyah Traveniatraveniaaisyah@gmail.comEmi Sutrisminahemi@unissula.ac.idMuliatul Jannahemi@unissula.ac.id<p>Pernikahan dini, yaitu pernikahan yang terjadi di bawah usia I9</p> <p>tahun, masih menjadi persoaIan serius di lndonesia, termasuk di</p> <p>Kota Semarang. Praktik ini tidak hanya berdampak pada</p> <p>kesehatan reproduksi dan psikologis remaja, tetapi juga</p> <p>membatasi perkembangan sosial, pendidikan, dan ekonomi</p> <p>mereka. Meskipun data nasional menunjukkan penurunan angka</p> <p>pernikahan dini dalam beberapa tahun terakhir, angka kasus di</p> <p>Jawa Tengah dan Kota Semarang tetap tinggi. Kurangnya</p> <p>pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi, dampak</p> <p>pernikahan dini, serta minimnya edukasi hukum menjadi faktor</p> <p>utama penyebab tingginya kasus tersebut. Tujuan dari penelitian</p> <p>ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan</p> <p>sikap remaja terhadap pernikahan dini di SMK Cut Nya Dien</p> <p>Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif</p> <p>dengan pendekatan cross sectional, yang dilaukan di SMK Cut</p> <p>Nya Dien Semarang, jumlah sampel 60 remaja kelas 11</p> <p>menggunakan teknik proporsional random sampling dengan</p> <p>instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap,</p> <p>analisa menggunakan analisis univariat menggunakan SPSS dan</p> <p>disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan</p> <p>61,7% remaja memiliki pengetahuan baik dan sikap positif 81,7%</p> <p>terhadap pencegahan pernikahan dini. Rekomendasi: Bagi remaja</p> <p>diharapkan dapat meningkatkan pemahaman informasi tentang</p> <p>pernikahan dini, bagi SMK diharapkan dapat bekerjasama dengan</p> <p>puskesmas setempat untuk menyelenggarakan program</p> <p>kesehatan reproduksi remaja dan bagi peneliti selanjutnya dapat</p> <p>melanjutkan penelitian dengan variabel dan metode yang berbeda.</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Aisyah Travenia, Emi Sutrisminah, Muliatul Jannah