https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/issue/feedJournal of Fundus2026-10-02T04:16:56+00:00Dianfundus.yarsimataram@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>ourmal of Fundus</strong> is a scientific journal that publishes the results of community research in the field of Midwifery with <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2808-1080" target="_blank" rel="noopener"><strong>ISSN</strong> 2808-1080,</a> published by the Center for Research and Community Service (P3M) STIKES Yarsi Mataram periodically 2 (two) times a year, namely March and September.</p> <h3>Focus and Scope</h3> <p><strong>Journal of Fundus</strong> is one of the journals engaged in the health sector. Articles published in this journal are the results of research on pregnancy, childbirth, puerperium, neonates, newborns, toddlers and preschoolers, family planning, reproductive health, adolescent health, menopause, maternal health, child health and Islamic holistic obstetrics.</p> <h3>Peer Review Process</h3> <p>Every submitted article is independently reviewed by at least a <strong>double-blind review (two peer-reviewers)</strong>. The decision for publication, amendment, or rejection is based upon their reports/recommendations. After being reviewed, there will be four kinds of editor decision based on the reviewers’ recommendation:</p> <ol> <li><strong>Accept Submission</strong>: The submission will be accepted without revisions.</li> <li><strong>Revisions Required [Minor Revision]</strong>: The submission will be accepted after minor changes have been made.</li> <li><strong>Resubmit for Review [Mayor Revision]</strong>: The submission needs to be re-worked, but with significant changes, it may be accepted. It will require a second round of review, however.</li> <li><strong>Decline Submission</strong>: The submission will not be published in the journal</li> </ol>https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/677Pengetahuan dan Implementasi Respectful Maternity Care (RMC) Oleh Bidan Di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa2026-09-09T06:26:41+00:00Sefita Djfitasefitadj2009@gmail.comLisa Trina Arlymlisatrina@civitas.unas.ac.idRetno Widowatiretno.widowati@civitas.unas.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Respectful Maternity Care </em>(RMC) merupakan pendekatan pelayanan kebidanan yang berpusat pada perempuan dengan menjunjung tinggi hak asasi, martabat, privasi, serta komunikasi yang efektif selama pelayanan maternitas. Pengetahuan bidan mengenai RMC menjadi salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan implementasinya di fasilitas pelayanan kesehatan.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan pengetahuan bidan dengan implementasi RMC di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa.</p> <p><strong>Metodologi:</strong> Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan <em>Cross-Sectional.</em> Sampel penelitian berjumlah 75 bidan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan implementasi RMC yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Fisher’s Exact Test </em>dengan tingkat kemaknaan p = 0,000.</p> <p><strong>Hasil Penelitian: </strong>Sebagian besar bidan memiliki pengetahuan baik sebanyak 59 responden (78,7%) dan implementasi RMC baik sebanyak 56 responden (74,7%). Hasil uji <em>Fisher’s Exact Test</em> menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan bidan dengan implementasi RMC (<em>p</em> = 0,000), dengan OR = 206,250, yang menunjukkan bahwa bidan berpengetahuan baik memiliki peluang lebih besar untuk menerapkan RMC dengan baik. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan bidan dengan implementasi RMC di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa.</p> <p><strong>Saran:</strong> Rumah sakit perlu menyelenggarakan pelatihan dan evaluasi berkala mengenai RMC guna meningkatkan konsistensi implementasinya.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Bidan, Implementasi, <em>Respectful Maternity Care </em>(RMC).</p> <p><strong>Kepustakaan:</strong> 57 pustaka (2020–2026).</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Fundushttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/675PERBANDINGAN MINUMAN JAHE MERAH DAN COKLAT TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA SMPN 3 CIBITUNG2026-08-02T15:27:33+00:00ira haryatiiraharyati22@gmail.comBungan Tiara Carolinbunga.tiara@civitas.unas.ac.idAnni Suciawatiannisuciawati@civitas.unas.ac.id<p>Dysmenorrhea is one of the most common menstrual disorders among adolescents and may negatively affect school attendance, daily activities, psychological well-being, and quality of life. Red ginger and dark chocolate are widely used as affordable and safe non-pharmacological alternatives for pain relief. Objective: This study aimed to compare the effectiveness of red ginger drink and dark chocolate drink in reducing menstrual pain among adolescents. Methods: A quasi-experimental study with a two-group pretest-posttest design was conducted among 60 adolescent girls with primary dysmenorrhea at SMP Negeri 3 Cibitung, Bekasi Regency, Indonesia. Participants were equally assigned to a red ginger drink group (n=30) and a dark chocolate drink group (n=30). Menstrual pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using paired and independent t-tests with a significance level of p<0.05. Results: Both groups showed a significant reduction in menstrual pain after the intervention (p<0.001). However, no significant difference was found between the two groups (p=0.112), indicating comparable effectiveness. Conclusion: Red ginger drink and dark chocolate drink effectively reduced menstrual pain among adolescents. Both interventions may be considered safe, practical, and affordable non-pharmacological alternatives for managing dysmenorrhea.</p> <p> </p> <p>Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kehadiran di sekolah, aktivitas sehari-hari, kesejahteraan psikologis, serta kualitas hidup. Jahe merah dan cokelat hitam <em>(dark chocolate)</em> banyak digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis yang terjangkau dan aman untuk mengurangi nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas konsumsi minuman jahe merah dan minuman <em>dark chocolate</em> dalam menurunkan nyeri haid pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan two-group pretest-posttest yang melibatkan 60 remaja putri dengan dismenore primer di SMP Negeri 3 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Indonesia. Responden dibagi secara merata ke dalam dua kelompok intervensi, yaitu kelompok minuman jahe merah (n=30) dan kelompok minuman dark chocolate (n=30). Intensitas nyeri haid diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Kedua kelompok menunjukkan penurunan nyeri haid yang bermakna setelah intervensi (p<0,001). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,112), yang menunjukkan bahwa kedua intervensi memiliki efektivitas yang sebanding dalam menurunkan nyeri haid. Kesimpulan: Minuman jahe merah dan minuman coklat efektif dalam menurunkan nyeri haid pada remaja. Kedua intervensi tersebut dapat dipertimbangkan sebagai alternatif nonfarmakologis yang aman, praktis, dan terjangkau dalam penatalaksanaan dismenore.</p>2026-10-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ira Haryati, Bunga Tiara Carolin, Anni Suciawatihttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/685Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persiapan Prakonsepsi2026-08-21T10:30:00+00:00adinda meiliana putri parantiaadindadinda0101@gmail.comRegina Pricilia Yunikareginapricilia787@gmail.comYopi Suryatim Pratiwi yopisuryatimpratiwi@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong><em> Kehamilan adalah suatu masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, sebelum memulai program kehamilan pasangan suami istri harus memiliki kesiapan yang terencana agar mengurangi risiko cacat lahir. Hingga kini belum ada program persiapan sebelum kehamilan yang terencana di wilayah NTB untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah dan meningkatkan persiapan kehamilan sehat. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persiapan prakonsepsi antara lain usia, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Rancangan penelitian mengggunakan cross sectional dimana pengamatan dan pengumpulan data dilakukan sekali pada waktu penelitian dengan pendekatan restrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil berusia 20 dan 35 tahun sebanyak 91 responden dengan tekhnik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. <strong>Hasil</strong>: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (</em><em>=0,010) dengan persiapan prakonsepsi pada responden, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (=0,341), tingkat pendidikan (=0,856) dengan persiapan prakonsepsi, dan pekerjaan dengan persiapan prakonsepsi (=0,076). <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang prakonsepsi dengan persiapan prakonsepsi. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan persiapan prakonsepsi, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan persiapan prakonsepsi, dan tidak terdapat hubungan pekerjaan dengan persiapan prakonsepsi</em>.</p>2026-09-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Adinda Meiliana Putri Parantia, Regina Pricilia Yunika, Yopi Suryatim Pratiwi https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/681HUBUNGAN EMPAT SUMBER EFIKASI DIRI IBU MENYUSUI DENGAN KESUKSESAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS ANDALAS2026-08-12T11:35:22+00:00andi nurhidayah sri ramadhaninurhidayahandi252@gmail.comSulaeman S.Pd., M.Pdnurhidayahandi252@gmail.comDr. Andi Nurzakiah Amin, S.KM., M.Kesnurhidayahandi252@gmail.com<p><strong>Pemberian ASI eksklusif berperan penting dalam mendukung kesehatan dan pertumbuhan bayi, namun kesuksesannya dapat dipengaruhi oleh efikasi diri ibu dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara empat sumber efikasi diri ibu menyusui, yaitu pencapaian kinerja, pengamatan terhadap oranglain, persuasi sosial, serta kondisi fisiologis dan emosional dengan kesuksesan pemberian ASI eksklusif. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan terhadap 98 ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan di Puskesmas Andalas, Kota Makassar, pada periode 12 Maret hingga 12 April 2026. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dikembangkan oleh peneliti dan dianalisis menggunakan uji Chi-square serta regresi logistik biner. Pencapaian kinerja terbukti berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (OR = 41,637; 95% CI: 5,95–291,49; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pencapaian kinerja tinggi memiliki peluang 41,6 kali lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif. Persuasi sosial (OR = 8,418; 95% CI: 1,14–62,11; p = 0,037) serta kondisi fisiologis dan emosional (OR = 7,360; 95% CI: 1,05–51,73; p = 0,045) juga berhubungan secara signifikan dengan kesuksesan pemberian ASI eksklusif. Sebaliknya, pengalaman perwakilan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (OR = 2,133; 95% CI: 0,33–13,83; p = 0,427). Pencapaian kinerja merupakan prediktor terkuat di antara keempat sumber tersebut.</strong></p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Nurhidayah Sri Ramadhani, Andi Nurzakiah Amin, Sulaemanhttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/676PENGARUH PEMBERIAN TEH ROSELLA TERHADAP LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU DAHLIA 3 KELURAHAN JATIMULYA BEKASI2026-09-09T04:04:09+00:00Muthiandini Gunariah Auliamuthianaulia@gmail.comBunga Tiara Carolinbunga.tiara@civitas.unas.ac.idAnni Suciawatiannisuciawati@civitas.unas.ac.id<p>Hypertension is one of the leading causes of cardiovascular morbidity and mortality in elderly women due to post-menopausal hormonal changes. Rosella tea (Hibiscus sabdariffa) contains active bioactive compounds such as flavonoids and anthocyanins which potentially act as natural antihypertensive agents. This study aimed to determine the effect of roselle tea administration on reducing blood pressure in elderly women with hypertension. This quasi-experimental study used a two-group pretest-posttest control group design, conducted in Bekasi Regency from January to February 2021. A sample of 34 hypertensive elderly women was selected using purposive sampling and divided into an intervention group (n = 17) receiving roselle tea twice daily for 7 days, and a control group (n = 17). Data were analyzed using Paired Sample T-Test and Independent Sample T-Test. The results showed a significant decrease in mean systolic (163.12 to 153.94 mmHg, p = 0.000) and diastolic blood pressure (102.12 to 97.06 mmHg, p = 0.000) in the intervention group, whereas no significant changes were observed in the control group. A significant difference in blood pressure reduction was found between the intervention and control groups (p = 0.000). In conclusion, roselle tea administration effectively lowers systolic and diastolic blood pressure in hypertensive elderly women.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muthiandini Gunariah Aulia, Bunga Tiara Carolin, Anni Suciawatihttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/689HUBUNGAN IMT, PARITAS, DAN DMPA DENGAN RISIKO OSTEOPOROSIS BERDASARKAN OSTA PADA LANSIA PEREMPUAN2026-09-26T08:26:53+00:00Gayle Putri Azzahrohgaylesinaga@gmail.comAnni SuciawatiWijaya.tzuchi@gmail.com<p>Background: Osteoporosis is an important health problem among older women, while simple risk screening remains relevant in primary care. Body mass index (BMI), parity, and previous use of depot medroxyprogesterone acetate (DMPA) may be related to bone health through nutritional, reproductive, and hormonal pathways. Objective: To analyze the association of BMI, parity, and DMPA use with osteoporosis risk based on the Osteoporosis Self-Assessment Tool for Asians (OSTA) among older women at Cengkareng Primary Health Care. Methods: This cross-sectional correlational study involved 100 postmenopausal women aged ≥60 years recruited by consecutive sampling in June 2026. Data were collected by structured interview, anthropometric measurement, and OSTA calculation. Bivariate analysis used Fisher’s Exact Test, Chi-Square with Continuity Correction, or Pearson Chi-Square as appropriate, with α=0.05. Results: Fifty-three respondents (53.0%) were classified as high OSTA risk. All respondents with low BMI (8/8; 100%) were in the high-risk group (p=0.006). High parity was associated with high OSTA risk (25/30; 83.3%) compared with low parity (28/70; 40.0%; p<0.001). DMPA history was not significantly associated with OSTA risk (p=0.741). Conclusion: Low BMI and high parity were significantly associated with higher osteoporosis risk based on OSTA, while DMPA history was not. These findings support targeted osteoporosis risk screening in primary care.</p>2026-10-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Gayle Putri Azzahroh Anni Suciawati, Putri Azzahrohhttps://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/fundus/article/view/682THE RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL ADHERENCE TO IRON SUPPLEMENTS AND THE INCIDENCE OF ANEMIA AMONG PREGNANT WOMEN IN THE THIRD TRIMESTER IN THE SERVICE AREA OF THE PLANTUNGAN COMMUNITY HEALTH CENTER, KENDAL REGENCY2026-08-15T13:20:56+00:00Yuyun Dewi Kartikasarihamizanalvaro7@gmail.comEmi Sutrisminahemi@unisula.ac.id<p><span data-path-to-node="2,3,1,0,0">Anemia during pregnancy is a significant problem because it can increase morbidity and mortality in both mothers and newborns</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,2">. One of the Indonesian government’s efforts to reduce the incidence of anemia during pregnancy is by requiring pregnant women to take 90 iron supplements throughout their pregnancy</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,4">. Objective: To analyze the relationship between maternal adherence to taking iron supplements and the incidence of anemia in third-trimester pregnant women</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,6">. Methods: This was a quantitative, analytical, correlational study using a cross-sectional approach</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,8">. The study population consisted of all third-trimester pregnant women, with a sample size of 39 third-trimester pregnant women</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,10">. The MMAS-8 questionnaire was used as the research instrument</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,12">. Data analysis involved univariate and bivariate analyses (chi-square test)</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,14">. Results: The majority of respondents were of reproductive age, highly educated, employed in the private sector, nulliparous, attended antenatal care (ANC) visits as recommended, and earned the minimum wage (UMR)</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,16">. Most respondents were non-compliant with iron supplement intake and suffered from anemia</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,18">. There is a significant association between maternal adherence to iron supplement intake and the incidence of anemia</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,20">. Pregnant women who were non-adherent to iron supplement intake were 37.5 times more likely to develop anemia</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,22">. Conclusion: There is a significant association between mothers’ adherence to taking iron supplements and the incidence of anemia in the Plantungan Community Health Center’s service area</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,24">. Non-adherence is associated with a higher prevalence of anemia</span><span data-path-to-node="2,3,1,0,26">.</span></p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yuyun Dewi Kartikasari1, Emi Sutrisminah